Tuesday, June 12, 2012

Wayang Kulit itu, PALING INDONESIA


Indonesia, sebuah negara atau bangsa yang mempunyai wilayah yang sangat luas. Dengan luas wilayah 1.904.569 km2  dan penduduk yang sangat banyak dan beragam, maka tak heran jika Indonesia memiliki ribuan ragam budaya,  adat istiadat, dan berbagai etnis masyarakat di daerah mereka masing – masing.  Nah salah satunya adalah Wayang Kulit salah satu pertunjukan seni yang berkembang terutama di daerah Jawa dan Bali. Selain itu,  juga ada beberapa seni wayang (bukan wayang kulit) yang  berkembang di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya yang terpengaruh oleh budaya Jawa dan Hindu.

Wayang itu sendiri berasal dari kata “Ma Hyang” yang artinya menuju roh spiritual, atau dewa, atau Tuhan. Akan tetapi ada juga yang mengartikan ‘wayang’ adalah istilah dari Bahasa Jawa yang artinya “Bayangan”, karena memang pertunjukkan wayang biasanya diperunjukkan di balik layar yang terbuat dari kain putih yang disorot lampu dan di sisi yang lain, sang dalang memainkan wayangnya, sehingga penonton hanya melihat bayangan wayang di kain. Itulah pertunjukkan seni wayang kulit.

Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang diamainkan dibalik kain putih yang disorot lampu. Dalang juga menjadi narator dialog – dialog antar tokoh wayang kulit. Pertunjukkan wayang kulit diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh para nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Untuk memahami alur cerita wayang cukup sulit, apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini yang mana pertunjukan wayang kulit sudah mulai dilupakan. Karena untuk memahami alur cerita, penonton harus memiliki pengetahuan tentang tokoh – tokoh wayang yang tampil. Biasanya cerita pertunjukan wayang diambil dari naskah Mahabarata dan Ramayana. Namun ada juga yang memainkan lakon carangan (gubahan) yang beberapa cerita biasanya diambil dari kisah Panji.

Pembuatan

Wayang kulit biasanya terbuat dari kulit kerbau yang kemudian diproses sehingga menjadi lembaran - lembaran  kulit. Satu buah kulit wayang biasanya membutuhkan lembaran kulit berukuran sekitar 50x30 cm yang kemudian dipahat dengan besi berujung runcing yang terbuat dari baja berkualitas baik. Besi baja ini dibuat terlebih dahulu dalam berbagai bentuk dan ukuran ada yang runcing, pipih, ada yang kecil dan ada pula yang besar. Alat- alat ini masing – masing mempunyai  fungsi  yang berbeda – beda.


Setelah pembentukan badan selesai, dilanjutkan dengan memasang bagian – bagian tubuh wayang, seperti lengan atas, lengan bawah, kaki dan yang lainnya. Penyambungan bagian - bagian tubuh wayang tadi menggunakan sekrup kecil yang terbuat dari tanduk sapi atau kerbau. Nah untuk tangkai yang berfungsi untuk menggerakkan bagian lengan terbuat berasal dari bahan tanduk kerbau dan warna keemasannya biasanya menggunakan kertas prada, yaitu kertas yang berwarna emas yang ditempelkan. Atau warna keemasan juga bisa dibront, yaitu dicat dengan bubuk yang dicarikan.

Jenis – Jenis Wayang Kulit

Nah, karena Indonesia adalah bangsa yang luas, maka wajar saja jika wayang kulit memiliki nama dan jenis – jenis yang berbeda menurut daerahnya. Berikut adalah beberapa jenis – jenis wayang kulit berdasarkan daerahnya yang berada di Indonesia, apa saja ? Yuk, kita lihat :

  • ·         Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
  • ·         Wayang Kulit Gagrag Surakarta
  • ·         Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
  • ·         Wayang Kulit Jawa Timuran
  • ·         Wayang Kulit Bali
  • ·         Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
  • ·         Wayang Betawi (Jakarta)
  • ·         Wayang Palembang (Sumatera Selatan)

Peran Seorang Dalang


Dalam pertunjukkan wayang, peranan dalang sangatlah penting, karena sang dalanglah yang menjadi aktor sekaligus sutradara dalam pertunjukkan wayang. Dalam terminologi  Bahasa Jawa, kata “dalang” berasal dari akronim kata “Ngudhal” dan “Piwulang”. Ngudal artinya membongkar atau menyebar luaskan, sedangkan Piwulang artinya ajaran, pendidikan, atau informasi. Jadi keberadaan seorang dalang dalam suatu pertunjukkan wayang bukan hanya sebagai aspek tontonan atau hiburan semata, melainkan seorang dalang juga harus bisa menjadi tuntunan. Oleh karena itu, seorang dalang selain ahli dalam perdalangan sebagi aspek hiburan, seorang dalang juga harus berwawasan luas sehingga seorang dalang mampu memberikan pengaruh baik kepada para penonton.


Nah, berikut adalah beberapa nama – nama dalang yang berhasil mencapai puncak kejayaan sehingga ia pupuler dan melegenda, nama – nama itu antara lain :

  • ·         Ki Manteb Sudarsono
  • ·         Ki Anom Suroto
  • ·         Ki Soeparman
  • ·         Ki timbul Hadi Prayitno
  • ·         Alm. Ki Tristuti Rachmadi
  • ·         Alm. Ki Narto Sabdo
  • ·         Alm. Ki Surono
  • ·         Alm. Ki Hadi Sugito

Wayang itu Milik Indonesia

Wayang Kulit itu milik Indonesia dan warisan bangsa yang harus dilestarikan. Bahkan pihak dunia mengakuinya. Pada tanggal 7 November 2003 lalu, UNESCO, lembaga di bidang kebudayaan dari PBB meresmikan wayang kulit sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam cerita narasi dan sebagai warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Hal ini sekaligus membuktikan bahwa seni pertunjukan wayang kulit bukan hanya sekedar pertunjukan semata, melainkan budaya dan warisan budaya bangsa Indonesia. Dan mengenalkan wayang kulit ke dunia International, dan membuktikan bahwa wayang kulit itu milik Indonesia dan “PALING INDONESIA”.

Untuk itu kita para masyarakat Indonesia hendaknya melestarikan wayang kulit sebagai budaya bangsa yang harus kita banggakan. Pokoknya wayang kulit, “PALING INDONESIA”.