Monday, May 14, 2012

HIDUP TENANG DAN TENTERAM BERSAMA RESEPNYA



 Suatu hal yang lumrah bahwa setiap orang yang normal mendambakan hidup dengan hati yang  merasa aman dan tenteram. Sebab hati yang  tenteram itulah manifestasi atau perwujudan dari hidup bahagia. Namun dambaan hidup bahagia itu sangat jarang didapat orang melainkan maksimal hanya bisa mencapai senang. Padahal senang itu belum tentu tenteram, sedangkan orang yang berhati tenteram pasti ia mempunyai rasa senang.  Rasululloh s.a..w. bersabda :

ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس .

Artinya : Bukanlah kaya itu dari bertumpuk-tumpuknya harta dunia, tetapi kaya itu adalah  kaya hati atau berhati tenteram.

Berpedoman dengan sabda Nabi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa  siapasaja orang yang kaya akan harta dunia, belum tentu hati mereka tenteram.  Padahal pada umumnya  orang beranggapan bahwa apabila hidup kaya itu akan membawa hati tenteram. Hal ini bagi semua orang yang sudah kaya akan harta dunia saja, mereka dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi tersebut.

Nah untuk memperoleh “ghinan nafsi” (kaya hati atau tenteram hatinya), maka Alloh Yang Maha Pengasih tanpa pilih kasih, dan Maha Penyayang tanpa pandang sayang memberikan resep hidup berhati tenteram dengan Firman-Nya :

الذين امنوا وتطمئن قلوبهم بذكرالله  ألابذكرالله تطمئن القلوب.

Artinya : Orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram disebbabkan dzikir kepada Alloh.  Ketahuilah hanya dengan dzikir kepada Alloh-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. 13 Ar Ra’du : 28).

Dari Firman Alloh itu dapat kita tarik pengertian bahwa “tatmainnul qulub” atau ketenteraman hati sesorang itu disebabkan  “dzikrillah” atau mengingat kepada Alloh atau  selalu berkomunikasi dengan Alloh.  Sedangkan adanya kemampuan dzikir kepada Alloh disebabkan mereka beriman kepada Alloh.  Orang-orang yang tidak beriman sudah tentu mereka tidak mengenal Alloh dan tidak mungkin mereka berdzikir kepada Alloh,  dan  pada gilirannya mereka selama hidupnya tidak akan memiliki hati yang tenteram.

Orang-orang yang selalu mengingat Alloh pastilah hidupnya diwarnai dengan warna taqwa kepada Alloh, yakni selalu siap melaksanakan perintah Alloh,  siap juga menjauhi larangan Alloh  dan mengikuti petunjuk Alloh. Dan memang inilah petunjuk Alloh sebagaimana Firman-Nya :

وتزودوا فان خير الزادالتقوى . (البقرة : 197)


Artinya : Dan berbekallah kamu ! karena sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah bekal taqwa kepada Alloh. (Q.S. 2 Al Baqoroh : 197).                                  ( 1 ).
Dan sebab ini pulalah maka Rasululloh menyampaikan pesan beliau kepada kita dengan sabdany :


1. اتق الله حيث ما كنت .    
2. وأتبع السيئة الحسنة تمحوها.
       3. وخالق الناس بخلق حسن.             
           
             
Artinya :  1. Taqwalah kamu kepada Alloh dimanasaja kamu berada.
                  2. Dan ikutilah / susullah keburukan dengan kebaikan yang akan mengha-
                      pusnya.
                              3. Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlaq yang terpuji.

Apabila iman ada pada seseorang manusia, maka dzikir kepada Alloh pun ada juga, dan apabila dzikir itu ada, maka taqwa pun ada. Apabila taqwa itu ada, maka lantas ada usaha akan menghapus dan meninggalkan yang buruk-buruk menggantinya dengan yang baik-baik. Hal ini akan berlanjut dalam bergaul kepada sesama manusia dengan akhlaqul karimah atau akhlaq yang mulia dan terpuji.

Apabila petunjuk Alloh supaya kita taqwa kepada-Nya dan tiga pesan Nabi itu kita laksanakan, maka  tujuan hidup bahagia yang kita dambakan itu akan kita perolehnya dengan ridlo-Nya.

Demikianlah  kultum yang dapat saya sampaikan,  apabila ada kekurangannya maka datangnya dari diri saya sendiri, untuk itu saya mohon maaf,   dan apabila ada kebenarannya, maka pastilah datangnya dari Alloh.
                                                                                                                            
Billahit taufiq wal hidayah : Wassalamu ‘alaikum war. Wab.